Forex Edukasi Kelas Pemula

GICTrade memberikan artikel mengenai trading forex dalam bentuk kelas-kelas. Dan pada halaman ini akan di bahas pengenalan-pengenalan mendasar bagi nasabah yang baru pertama kali melakukan trading forex.

Apa itu Forex (FX)?

Pengertian dasar trading forex atau foreign exchange adalah perdagangan mata uang asing yang mempunyai tujuan memperoleh keuntungan. Contoh dari trading forex ini adalah, ketika membeli pada pair EUR/USD itu artinya anda melakukan pembelian pada mata uang EURO dan pada saat yang sama anda juga melakukan penjualan mata uang USD.

Mungkin ada beberapa dari anda yang berpikiran kalau trading FX ini adalah sebuah kegiatan yang berkaitan dengan penukaran mata uang asing di money changer. Sebenarnya ini tidak salah, namun ini adalah cara konvensional dengan menggunakan jasa money changer ataupun melakukannya langsung di bank. Trading forex yang dimaksud disini adalah kegiatan jual beli mata uang asing di interbank market secara online untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Trading FX ini bukanlah sebuah aktivitas untuk mendapatkan keuntungan semata seperti layaknya sebuah bisnis dan investasi, melainkan juga bisa menjadi sebuah profesi seperti layaknya para pekerja profesional.

Perdagangan mata uang asing dalam skala internasional tidak hanya dilakukan oleh personal, melainkan melibatkan banyak pihak seperti bank sentral, perusahaan multinasional dan ada juga individu yang memiliki aset dalam jumlah besar seperti misalnya George Soros. Mereka semua ini berkumpul dalam sebuah pasar yang kita sebut sebagai pasar forex.

Perbedaan trading Forex dan Saham

Walaupun keduanya adalah bagian dari pasar keuangan namun antara forex dan saham adalah dua perdagangan yang berbeda. FX memperdagangkan mata uang dimana dalam perdagangannya menggunakan leverage sehingga dapat meminimalisir modal dengan nilai yang lebih besar, sedangkan saham memperdagangkan saham dengan modal yang lebih besar dari trading forex. Selain itu saham memiliki waktu buka pasar saham yang terbatas sesuai dengan jam kerja bursa efek hari Senin – Jumat yang terbagi dalam dua sesi. Sementara di trading FX pasar terbuka penuh selama 24 jam mulai dari hari Senin-Jumat.

Apa saja yang diperdagangkan dalam pasar Forex?

Sebenarnya ada cukup banyak mata uang yang diperdagangkan di dalam pasar FX, namun ada 8 mata uang utama (major currency) yang banyak diperdagangkan dan menjadi mata uang penggerak perekonomian di seluruh dunia

USD : Dollar, dari Amerika Serikat

EUR : Euro, digunakan di negara-negara Benua Eropa

JPY : Yen, dari Jepang

GBP : Pound, dari Inggris

CHF : Franc, dari Swiss

CAD : Dollar, dari Kanada

AUD : Dollar, dari Australia

NZD : Dollar, dari Selandia Baru

Simbol mata uang terdiri dari 3 huruf, dimana 2 huruf pertama adalah singkatan dari negara tersebut dan huruf ketiga adalah singkatan dari mata uang yang digunakan negara tersebut.

JP = Japan, Y = Yen

AU = Australia, D = Dollar

GB = Great Britain (Inggris), P = Poundsterling

Contract size dan Leverage

Contract size atau nilai kontrak adalah kontrak standar yang digunakan kalau kita ingin melakukan transaksi secara reguler yaitu sebesar 100,000 satuan mata uang. Sedangkan leverage dapat diartikan dana pinjaman yang diberikan dari broker kepada trader, sehingga trader dapat memiliki daya beli yang lebih besar.

Hubungan antara keduanya ini adalah, dengan menggunakan leverage mempermudah trader untuk bertransaksi senilai dengan contract size.

Contoh:

Buy 1 lot pada mata uang EURO, leverage yang digunakan adalah 1:500

Margin = Leverage x Contract Size

= (1:500) x 100,000

= 0,02 x 100,000

= 200

Jadi untuk melakukan transaksi senilai 100,000 EURO, dengan menggunakan leverage anda hanya perlu mengeluarkan dana sebesar $200 saja.

Apa itu pasar Forex ?

Pada dasarnya pasar forex adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan mata uang sebagai komoditas perdagangannya. Setiap pelaku pasar dapat berlaku sebagai seorang pembeli sekaligus juga seorang penjual, dimana para pelaku pasar adalah bank-bank multinasional, bank sentral, perusahaan besar, pemerintah negara manapun, institusi keuangan, spekulan, dsb.

Pasar FX buka selama 24 jam mulai dari hari Senin – Jumat yang terbagi dalam 3 sesi perdagangan:

Sesi Asia : 05.00 – 16.00

Sesi Eropa : 13.00 – 22.00

Sesi Amerika : 20.00 – 05.00

Tiga sesi pasar inilah yang membuat perdagangan selalu terbuka 24 jam selama 5 hari dalam 1 minggu. Anda bisa melakukan perdangan kapanpun dan dimanapun Anda berada.

Ilustrasi trading Forex

Dalam menjalankan perdagangannya trading forex memiliki prinsip yang sangat sederhana, yaitu mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual, beli di harga bawah dan dijual di harga atas (dan berlaku sebaliknya).

Sebagai contoh Euro saat ini berada di posisi harga 1.13000. Dalam beberapa jam kemudian mata uang Euro naik 10 point ke 1.13100. Dimana per kenaikan 1 point nilainya adalah $10, jadi dengan kenaikan dari 1.13000 ke 1.13100 keuntungan yang didapatkan adalah 10 point x $10 = $100.

Resiko dalam Forex 

Memiliki banyak kelebihan bukan berarti trading forex tidak memiliki resiko. Trading FX bisa dikatakan sebuah pedang bermata dua dimana kita bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar namun di saat bersamaan kita juga bisa mendapatkan kerugian yang cukup besar juga. Resiko ini sama sekali tidak bisa dihindari atau dihilangkan, resiko tetap akan ada namun anda bisa melakukan manajemen resiko untuk dapat meminimalisir resiko.

Dengan manajemen resiko yang baik anda dapat mengatur trading dengan baik dan dapat mengukur berapa keuntungan ataupun kerugian yang didapatkan.

Sudah banyak artikel bahkan ulasan yang dibahas di media elektronik maupun buku mengenai forex (foreign exchange) trading  atau perdagangan pasar valuta asing yang beredar, hal tersebut menunjukkan bahwa begitu besarnya minat pasar terhadap forex trading, terutama dalam beberapa tahun terakhir ini.

Sesuai dengan konsep “lazy way” yaitu “malas” tapi “cerdas” dimana terkesan para trader ini “malas” karena mungkin hanya melihat chart seharian dan mengotak atik level harga tertentu ditambah dengan garis (trend line) yang menurut sebagian orang tidak jelas.

Pendekatan sederhana dan gampang dalam forex akan di bahas sebagai berikut dan dikenal dengan

5 W ( What – Why – Who – When – Where ) + 1 H ( How )

  1. WHAT (apa) ?

Banyak sekali definisi forex namun secara sederhana bisa atau boleh di samakan dengan “pasar” dimana para pemain (who) melakukan transaksi pertukaran mata uang asing dari berbagai  negara yang terhubung secara elektronik/online.

Apa perbedaan antara forex dengan money changer yang kerap di temui secara fisik dimana-mana. Sesungguh nya tidak banyak berbeda karena transaksi yang dilakukan tetap  sama, yaitu pertukaran mata uang (missal nya rupiah ) ke jenis mata uang asing lainnya (misalnya Dollar Singapore)

Perdagangan forex yang dimaksud disini mempunyai konsep yang sama dalam hal pertukaran mata uang asing,kecuali pada konsep dimana pembeli tidak perlu datang  ke counter penjual. Hal ini karena semua transaksi yang dilakukan  melalui jaringan elektronik/online.

Perbedaan yang besar lainnya adalah tujuan utama perdagangan forex yaitu untuk memetik keuntungan  dari pergerakan harga mata uang tertentu, pembeli akan mendapatkan keuntungan dengan cara membeli pada saat harga dirasa mencapai titik terendah dan menjual pada saat harga dirasa mencapai titik tertinggi.  Hal ini menyebabkan tidak ada pertukaran mata uang secara fisik diantara penjual dan pembeli,dengan kata lain siapa saja bisa dengan gampang  melakukan transaksi forex.

2. WHY (kenapa) ?

Ada penyebab utama mengapa transaksi forex menjadi trend dibanding dengan instrumen keuangan lainnya seperti saham atau opsi, tingkat likuidtas (perputaran harian) forex jauh lebih  tinggi , yaitu mencapai US$ 5 Trillion/hari. Dengan adanya likuiditas yang tinggi akan memungkinkan terjadinya transaksi setiap saat. Dengan kata lain bila trader ingin menjual maka dapat dipastikan akan selalu ada yang membeli.

Pasar forex lebih tergantung  pada factor makro ekonomi global dan factor mikro ekonomi negara yang bersangkutan. Hal ini menguntungkan pemain kecil (retail trader/trader receh) karena informasi fundamental biasanya tersedia bebas dan untuk umum. Tidak seperti insider  trading yang mungkin terjadi di dalam perdagangan saham misalnya.

Di forex trader umumnya di kenakan spread (selisih antara harga jual dengan harga beli)  atau komisi. Spread ini biasanya ada yang menerapkan fix spread (selisih harga jual dan beli tetap ) dan floating spread (selisih harga jual dan beli berubah mengikuti keadaan pasar).

Jika why diatas masih belum cukup maka ada hal yang pasti akan membuat anda tertarik di forex yaitu pembeli/trader bisa memetik keuntungan  saat harga naik maupun harga turun (two way oppurtunity).

3. When (kapan)

Pasar forex buka hampir 24 jam dalam sehari dan 6 hari dalam seminggu ( Senin – Sabtu dini hari). Pasar akan di mulai dari Senin jam 05:00 WIB hingga Sabtu jam 04:00 WIB.

Pasar yang terbuka dan dapat diakses selama hampir 24 jam ini memberikan keuntungan bagi trader, yaitu  mereka bisa melakukan transaksi kapan pun tanpa terganggu oleh adanya jam kerja bagi yang masih terikat dengan jam kerja perusahaan. Hal ini sangat berbeda dengan instrument saham yang jam operasional nya sudah ditentukan oleh bursa suatu negara, yaitu sesuai dengan jam kerja kantor.

4. Who (siapa) ?

Siapa saja kah para pelaku  atau pemain di pasar forex.

Kelompok pertama adalah institusi yaitu : para pemain besar  yang umumnya merupakan Lembaga pemerintah  dan bank-bank besar. Tujuan pemain besar ini adalah untuk kepentingan perdagangan antar negara atau untuk dunia bisnis negara tertentu. Akan dibutuhkan modal yang cukup besar (minimal US$ 250 ribu) untuk bisa bertransaksi dengan bank-bank besar yang biasanya memeberikan nilai tukar (exchange rate) yang sangat kompetitif.

Kelompok kedua adalah pialang / broker  forex, yaitu pengelola dan penghubung antara ritel trader dengan institusi para pemain besar  diatas. Ritel trader harus membuka rekening di pialang agar bisa melakukan transaksi di forex, karena pada umumnya ritel trader memiliki modal yang terbatas. Anda bisa memulai transaksi dengan nilai yang minimal setara dengan 2.000.000 rupiah .atau bisa memulai  dengan membuka  demo account.

Ada 2 type jenis broker yaitu : Dealing Desk (DD) dan No Dealing Desk

Dealing Desk (DD)  : adalah broker forex yang umumnya menawarkan fixed spread . Broker ini pada umumnya merupakan market maker dan akan mendapatkan keuntungan dari spread dengan kata lain broker type ini akan  create the market  dengan selalu mengambil posisi yang berlawanan dengan klien mereka.

No Dealing Desk (NDD) : pada umumnya akan memberikan bid dan ask price yang lebih baik. Hal ini karena biasanya mereka  mendapatkan harga langsung dari pemain besar, terutama bank. Pada setiap transaksi para broker type ini menggunakan floating spread.

Sangat disarankan untuk memeriksa jenis broker sebelum anda membuka rekening. Berdasarkan alas an yang telah diuraikan diatas, akan lebih baik jika anda memilih NDD.

5. Where (di mana) ?

Para pemain forex besar terutama bank,, forex trading dilakukan melalui jaringan Electronic Banking System (EBS). Singkatnya EBS adalah jaringan elektronik  yang menghubungkan satu bank besar dengan bank besar lainnya.

Bagaimana trader ritel terhubung dengan jaringan tersebut? Jawabannya adalah melalui broker seperti yang sudah di jelaskan diatas, namun hall tersebut tergantung dari jenis dan ukuran broker.

Terdapat broker yang bisa lagsung terhubung dengan bank komersial besar biasanya dikenal dengan broker ECN (Electronic Changer Network)

6. How (bagaimana) ?

Cara mudahnya hal yang perlu diingat tentang ritel trader , yaitu perdagangan forex harus dilakukan melalui jaringan internet dengan menjalankan trading  software atau platform  yang ditentukan oleh broker (pada umumnya menggunakan software metatrader 4 atau 5)

Untuk menjadi seorang trader yang professional maka diperlukan beberapa komponen yang biasa di sebut “3M” pilar trading smart/cerdas yaitu:

  • Metode atau Strategi Trading = 20%
  • Money Management = 40%
  • Mindset = 40%

Prosentase diatas hanya menunjukan proporsi kepentingan dari ketiga pilar tersebut. Hal ini untuk menjelaskan bahwa yang beranggapan dengan menguasai satu pilar saja misal “metode/strategi” maka akan menjamin trader pasti untung.

Akan ada perbedaan mencolok antara trader professional berhadapan dengan trader pemula. Kita asumsikan bahwa kedua trader tersebut menggunakan strategi trading dan transaksi di pair (mata uang) yang sama, maka satu pihak akan meraup keuntungan sedangkan pihak lain akan merugi.

Tentunya anda tidak perlu menyimpulkan pihak  mana yang untung dari kedua trader diatas. Jadi bagaimana seorang trader professional melakukan hal tersebut? Menurut hemat saya jawabannya terletak di “Money Management” dan Psikologi Trading “trading psychology/Mindset”  karena kedua komponen tersebut memegang peranan penting yaitu sekitar 80% atau lebih dari tingkat kesuksesan atau keberhasilan seorang trader professional.

Akan dibahas lebih detail mengenai 3 komponen tersebut agar tujuan trader profesioanl dapat dicapai. Kuncinya enjoy dan nikmati  saat prosesnya agar hasil manis akan bisa dinikmati.

Metode / Strategi trading

Sebelum melakukan trading bagi seorang trader di perlukan strategi atau trade plan/rencana trading. Disana berisi akan transaksi atau entry market di harga berapa dan akan keluar/close dari market juga di level berapa. Juga berisi rencana tambahan jika Analisa harga yang bergerak di market tidak sesuai dengan keinginan.

Agar dapat menentukan di level berapa open posisi dan close posisi di market maka para trader perlu mendalami dan memahami Analisa yang dibutuhkan guna menunjang prediksi dan analisanya di market. Analisa yang dibutuhkan dalam trading itu ada 2 yaitu :

a. Analisa Fundamental

b. Analisa Teknikal

a. Analisa Fundamental

Analisa ini lebih berdasarkan pada factor-faktor ekonomi,politik,keamanan serta kebijakan Bank Central suatu negara yang dapat mempengaruhi pergerakan harga.

Manfaat utama dari Analisa fundamental adalah untuk membantu trader memahami trend secara global terhadap satu atau beberapa mata uang ,serta kaitannya dengan dinamika ekonomi satu atau  beberapa negara.

Faktor -faktor yang mempengaruhi

Secara garis besar hal-hal yang mempengaruhi pergerakan mata uang suatu negara antara lain sebagai berikut :

*) Keadaan dan tingkat resiko ekonomi

*) Tingkat pertumbuhan ekonomi

*) Tingkat pengangguran

*) Kemampuan daya beli masyarakat

*) Kebijakan pemerintah

*) Defisit perdagangan dan anggaran belanja negara

*) Tingkat suku bunga

Dasar fundamental adalah hal-hal yang mewakili situasi ekonomi suatu negara secara umum. Biasanya factor-faktor seperti diatas di wakili oleh berita (news) yang berulang dan secara periodic dan mampu menggerakkan pasar pada saat itu, tetapi effect nya akan bersifat berkesinambungan untuk beberapa waktu.

Para trader bisa mendapatkan info tersebut dari beberapa sumber antara lain :

www.fxstreet.com

www.bloomberg.com

www.forexfactory.com

Situs atau web yang paling banyak di akses oleh para trader yaitu www.forexfactory.com  disana akan terlihat data ekonomi yang akan di rilis selama sepekan (Senin – Sabtu) dan sudah tertera juga negara yang akan merilis dan dampak nya terhadap pergerakan market di bedakan menjadi 3 warna, yaitu :

*) Merah = high impact/penting

*) Orange = medium impact/menengah

*) Kuning = low impact/rendah

Daftar toolbar yang ada di situs www.forexfactory.com beserta fungsi nya:

  • Date and Time = tanggal dan waktu berita
  • Currency = mata uang utama yang berpengaruh terhadap data tersebut.
  • Impact = tingkat pengaruh/dampak berita tersebut
  • Detail = tombol ini dapat di “klik” untuk mendapatkan penjelasan lebih detail mengenai data/berita, tekan “x” untuk menutup detail
  • Actual = angka sebenarnya yang di tunggu-tunggu karena akan ditampilkan sesuai dengan waktu yang di maksud (kadang setelah rilis ada data yang di revisi)
  • Forecast = angka perkiraan atau prediksi dari para analis/ahli
  • Previous = angka periode sebelumnya untuk data yang sama

Bagi para trader pemula di sarankan untuk lebih memperhatian berita-berita yang signifikan dari Amerika Serikat (USD). Hal ini di sebabkan karena mata uang US$ masih diakui sebagai mata uang perdagangan global, sehingga berita yang menggerakkan US$ cenderung menggerakkan mata uang umum lainnya.

b. Analisa Teknikal

Analisa tekhnikal adalah sebuah Analisis mengenai pergerakan harga/chart yang di dasari oleh pergerakan di masa lalu, dengan tujuan  memberikan gambaran pasar di masa yang akan datang.

Secara garis besar analisis tekhnikal berdasarkan keyakinan bahwa sejarah cenderung akan berulang (history will repeat itself)

Dasar pemikiran Analisa tekhnikal adalah : bahwa harga yang tercermin dari grafik/chart sudah menggambarkan semua factor permintaan dan penawaran (supply and demand) yang mempengaruhi market.

Yang perlu diingat bahwa harga bergerak tidak secara acak melainkan belangsung dalam dalam satu pola, serta akan terus berlangsung hingga ada tanda-tanda bahwa pola pergerakan tersebut akan berhenti atau akan berbalik arah.

Dalam pola tersebut terdapat kecenderungan yang kuat bahwa harga masa lalu yang pernah terjadi akan berulang kembali. Hal ini di karenakan perilaku para pelaku pasar di masa lalu sama dengan masa sekarang dalam hal menyikapi berbagai informasi yang mempengaruhi pergerakan market.

Strategi paling sederhana dan pasti untung adalah :

  • BUY pada posisi harga terendah dan ambil profit saat harga mencapai puncak
  • SELL pada posisi harga tertinggi dan ambil profit saat harga berada paling bawah

Kembali lagi when to sell and when to buy  para trader harus tahu bahwa harga menempati posisi tertinggi atau terendah? Inilah gunanya analisis tekhnikal yang akan memberikan masukan ke trader yang berhubungan saat akan mengambil posisi di market.

Manajemen keuangan (money management) merupakan pilar paling penting dalam trading. Hal terpenting yang harus ada di benak para trader sebelum memulai trading adalah bukan seberapa besar keuntungan/profit  yang akan di raih. Namun yang paling penting adalah seberapa lama trader mampu bertahan di market forex yang sangat kompetitif, hingga akhirnya meraup keuntungan dan kebebasan financial (trading for living)

Apakah strategi trading yang baik akan menjadi tidak penting? Menurut pendapat saya tidak lah demikian. Meskipun banyak trading dimulai dengan menggunakan strategi yang baik,tetapi pada akhirnya mengalami kerugian karena manajemen keuangan yang jelek.

Contoh yang sering di temui dalam trading :

  • Tanpa pasang stop loss (Batasan kerugian)
  • Stop loss terlalu sempit/kecil sehingga mudah terkena sebelum harga berbalik arah sesuai dengan perkiraan awal trader.
  • Stop loss di perlebar terus karena mengharapkan tren akan berbalik arah sesuai dengan perkiraan (trading hopping)

Kunci sebenarnya adalah manajemen resiko yang patut di ketahui dan dijalankan,bila tarder ingin sukses dalam bisnis forex trading.

Metode Money Management apapun pada dasarnya berakar pada pertanyaan mengenai berapa besar dana yang berani Anda risikokan. “Risiko” di sini bisa diartikan risiko loss yang ingin diambil per trading.

Pertama-tama, tentukan dulu jumlah loss maksimal yang sanggup Anda terima. Kita ambil contoh risiko 2% per trading. Jika terjadi loss 3 kali berturut-turut, maka akan rugi sekitar 6%. Apabila trading ke-4-nya menghasilkan profit, maka dengan Ratio 1:3 akan menghapus semua loss kita tadi.

Kasarnya, misalkan Anda memiliki dana sebesar USD1,000 dalam akun trading, dengan risiko 2% per trading, artinya setiap posisi trading harus memasang Stop Loss maksimal setara USD20 dan target profit setara USD60

Mindset atau yang sering disebut psychology trading : adalah salah satu komponen penting yang mempengaruhi kesuksesan seorang trader dalam melakukan trading. Psikologi mempengaruhi mental dan kepercayaan diri seorang trader. Selain itu psikologi juga mempengaruhi pola pikir. Mental dan pola pikir yang benar akan menentukan kesuksesan seorang trader.

Trading psychology : adalah bagaimana seorang trader berpikir dan bertindak saat transaksi baik akan maupun sedang berlangsung. Trader yang mempunyai pola pikir yang tepat akan mampu menghadapi rintangan di market forex dan kemudian meningkatkan pertambahan equity di account secara konsisten.

2 Hal yang selalu mempengaruhi psikologi trading yaitu :

Greed (rakus) dan Fear (takut)

Greed akan timbul pada saat trader sedang memperoleh keuntungan maka biasanya akan timbul keinginan untuk meraup keuntungan yang lebih besar lagi,sehingga pada akhirnya semua keuntungan akan lenyap akibat salah perhitungan.

Fear akan timbul jika trader sedang dalam kondisi merugi (floating loss) maka trader akan merasa panik dan takut,akibatnya trader cenderung menurunkan SL dan berharap  harga akan berbalik, sehingga menyebabkan kerugian yang semakin besar

Seoarang trader professional akan mampu mengatasi rasa takut dan rakus secara bersamaan,sehingga tidak mudah panik atau menepuk dada terlalu dini sehingga dapat meraup keuntungan secara konsisten.

Hal yang harus di perhatikan dalam melatih psikologi trading agar 2 hal diatas dapat dikendalikan guna memperoleh profit konsisten adalah :

*) Disiplin

Trading psychology sangat penting, karena perlu diingat bahwa di dalam trading sebenarnya adalah trader berhadapan dengan trader lain,sehingga jika trader lebih disiplin memegang teguh dalam rencana trading (trade plan) dari awal, maka trader akan mempunyai keuntungan dibanding  seorang trader yang dikuasai emosi.

Membangun emosi bukan lah perkara mudah, karena di butuhkan waktu dan kerja keras .Sebagai langkah awal gunakan jurnal untuk mencatat semua aspek trading baik saat memperoleh keuntungan maupun saat merugi juga termasuk perasaan saat sebelum maupun sesudah trading. Lakukan secara berkala dan konsisten,setelah beberapa minggu, trader bisa memeriksa dan mengevaluasi kesalahan apa yang dilakukan dan dalam keadaan/perasaan seperti apa lalu memperbaiki hal tersebut.

*) Menerima Kekalahan

Langkah selanjutnya adalah menerima kekalahan ketika pasar tidak bergerak sesuai arah yang diinginkan. Tidak ada strategi yang sempurna,sekalipun ada claim strategi yang terbaik di dunia. Strategi terbaik mungkin maksimal hanya akan memberikan 75% kesuksesan pada setiap 100 posisi, kemungkinan 25% posisi kalah. Agar dapat tetap bertahan dengan angka seperti itu,trader harus belajar mengendalikan emosi saat mengalami kekalahan. Biasnya pada saat emosi ,trader cenderung melakukan pembalasan agar cepat meraih kemenangan kembali.

Seorang professional trader akan menerima kekalahan itu dan mengakui kalau kekalahan tersbut tidak dapat dihindari. Salah satu cara agar trader dapat menerima kekalahan adalah dengan menganggap uang hilang/jatuh entah dimana atau bisa juga dikatakan uang yang entah digunakan untuk apa

*) Mengendalikan Emosi

Menjadi seorang trader yang baik adalah yang mampu mengendalikan emosi. Akan tetapi menjadi seorang trader yang tidak mempunyai emosi adalah hal yang sangat sulit, mengapa? Karena manusia diciptakan dengan adanya emosi, namun kita bisa melatih emosi tersebut pada sebelum,saat atau sesudah trading.

Dalam otak manusia terdapat satu bagian yang bernama “amygdala” dimana besar dan bentuknya seperti buah almond. Hasil penelitian berhasil menunjukan bahwa bagian ini adalah bagian yang di asosiasikan dengan kondisi mental dan emosional seseorang.

Menurut hasil penelitian pada buku The Human Amygdala karya Paul J. Whalen dan Elizabeth A. Phelps. Ukuran Amygdala yang di ukur dari sekitar 56 relawan anak muda dan 58 relawan orang tua, menunjukkan bahwa ukuran Amygdala  anak muda relatif lebih besar dibandingkan dengan ukuran Amygdala orang tua.

Ukuran Amygdala anak muda berkisar 1750mm,sedangkan ukuran Amygdala orang tua berkisar 1600mm, meskipun ukuran otak orang tua pada umunya memang mengalami pengecilan. Hal ini juga dapat menggambarkan bahwa anak muda lebih sulit mengontrol emosi dibandingkan dengan orang tua.

Setelah anda mendapatkan system trading (metode trading) yang sesuai dengan karakter anda maka psikologi trading anda akan terjaga,tetap tenang dan nyaman saat bertransaksi.

System trading (metode trading) yang nyaman saat di pakai akan membuat psikologi trading anda berjalan sesuai system. Setelah system trading (metode trading) dan psikologi trading anda sudah cocok maka dengan mudah anda dapat mengatur keuangannya (money management).

Untuk memperoleh system trading yang bagus dalam hal ini yang sesuai dengan karakter kita, diperlukan proses, diperlukan waktu dan jam terbang

Cara yang paling mudah mengetahui pergerakan atau perubahan harga adalah dengan menggunakan chart atau grafik. Chart atau Grafik juga sangat bermanfaat untuk menentukan trend atau menentukan batas atas maupun batas bawah suatu pergerakan harga yang terjadi guna menciptakan peluang profit yang akan di raih.

Berikut akan kita bahas mengenai macam chart/grafik tersebut. Karena semua kegiatan trading tidak lepas dari chart atau grafik.

  • Line Chart
  • Bar Chart
  • Candlesticks

Yang paling sering digunakan adalah jenis candle,sehingga penjelasan mengenai  candle stick lebih detail akan dibahas, meskipun chart yang lain juga akan diulas untuk menambah wawasan. Hal ini penting karena dengan semakin kita banyak tahu maka kita akan dapat lebih banyak melakukan sesuatu.

  1. Line Chart

Sesuai dengan Namanya chart atau grafik ini berbentuk garis, menurut pengamatan saya sangat jarang trader melakukan Analisa dengan chart jenis ini, berikut contoh gambar line chart

  1. Bar Chart

Jenis chart ini mirip dengan jenis candle,namun karena bentuknya yang tipis maka cukup sulit bagi para trader untuk melakukan Analisa dengan jenis chart ini. Apalagi antara bar turun dan bar naik hampir sama. Sama seperti line chart saya jarang melihat para trader menggunakan chart ini dalam menganalisa, berikut tampilan bar chart

  1. Candlesticks

Jenis chart ini akan kita bahas lebih detail, karena umunya para trader menggunakan jenis chart ini dalam memprediksi dan menganalisa pergerakan harga. Berikut tampilan candlestick standard

Dinamakan candlestick karena memang bentuknya mirip dengan lilin. Nama lengkapnya adalah Japanese canclestick chart, Grafik Candlestick pertama kali digunakan di Jepang pada abad ke 17, dipakai untuk melacak pergerakan harga beras di negara tersebut. Setelah mengalami banyak variasi akhirnya candlestick menjadi grafik yang paling banyak digunakan dalam dunia trading baik di saham maupun forex.

Apabila harga naik atau harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, maka Candlestick akan berwarna putih,nama lainnya adalah “Bullish Candle”. Selain warna putih Bullish Candle juga digambarkan dengan  warna hijau atau biru.

Sedangkan apabila harga penutupan lebih rendah daripada harga pembukaan,maka Candlesticks akan di arsir atau berwarna hitam,nama lainnya adalah “Bearish Candle”  penggambaran Bearish Candle juga ada yang menggunakan warna merah.

Jarak antara harga terendah pembukaan atau harga penutupan dengan harga terendah disebut  “lower shadow”. Sedangkan jarak antara harga tertinggi dengan harga tertinggi pembukaan atau penutupan disebut “upper shadow”.

Dalam trading pasti kita akan akrab dengan chart/grafik dan kita akan slalu melihat kenaikan maupun penurunan harga yang terjadi. Di dalam pergerakan harga tersebut ada satu level harga tertentu yang bisa dijadikan harga terendah maupun harga tertinggi  yang menjadi acuan prediksi dan Analisa yang dikenal istilah dengan harga  “Pivot / Pivot Poin”, “Support” dan “Resistance”.

Pivot Point adalah salah satu cara yang banyak digunakan oleh trader untuk menentukan Support dan Resistance pada pergerakan harga. Pivot Point dibuat berdasarkan harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close) pada periode sebelumnya (kemarin), untuk menghasilkan estimasi level Support dan Resistance pergerakan harga di masa sekarang (hari ini).

Sebagaimana diketahui, trading forex memerlukan level-level referensi, yaitu Support dan Resistance yang digunakan untuk menentukan kapan kita mesti entry, serta dimana kita harus menentukan level Stop Loss dan target (Take Profit). Jika Anda perhatikan, level-level Support dan Resistance sangat penting untuk menentukan besarnya resiko dalam trading. Tanpa perhitungan resiko yang benar, besar kemungkinannya Anda akan terkena Margin Call. Sebaliknya, dengan menentukan resiko yang sesuai pada setiap trade, maka dalam jangka panjang hasil trading Anda akan cenderung profitable.

RUMUS

Level Pivot :

Pivot  = (High hari sebelumnya + Low hari sebelumnya + Close hari sebelumnya)  / 3

Level – level Resistance:

Resistance pertama (R1) = (2 x Pivot) – Low hari sebelumnya

Resistance ke-2 (R2) = Pivot + (High hari sebelumnya – Low hari sebelumnya)

Resistance ke-3 (R3) = High hari sebelumnya + 2 x (Pivot – Low hari sebelumnya)

Level – level Support :

Support pertama (S1) = (2 x Pivot) – High hari sebelumnya

Support ke-2 (S2) = Pivot – (High hari sebelumnya – Low hari sebelumnya)

Support ke-3 (S3) = Low hari sebelumnya – 2 x (High hari sebelumnya – Pivot)

Support dan Resistance merupakan level harga kritis, yaitu level yang digunakan oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Level – level ini digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah.

Support secara ekonomi dapat diartikan sebagai level dimana “supply” (penawaran) mulai berkurang dan “demand” (permintaan) bertambah, sehingga harga di market akan naik pada level tersebut. Pada prinsip nya apabila pergerakan di market berhasil menembus level support, maka di market harga  akan terus lanjut turun sampai level support berikutnya.

Harga atau level support akan ada tingkatan nya, S1,S2 dan S3 (Support 1,Support 2 dan Support 3)  jika level support 1 dapat ditembus maka besar kemungkinan harga akan melanjutkan ke level support berikutnya.Namun sebaliknya jika pergerakan harga dimarket tidak dapat menembus level tersebut maka pergerakan harga di market akan berbalik arah.

Resistance secara ekonomi dapat diartikan sebagai level dimana supply terlalu banyak dan demand sudah mulai berkurang, sehingga harga akan turun pada level tersebut. Apabila harga di market berhasil naik dan melewati level Resistance 1 maka harga akan melanjutkan ke level Resistance berikutnya. Namun jika harga tidak mampu melewati level tersebut maka harga akan berbalik arah.

Dalam dunia trading, trend  adalah sahabat para trader (trend is your friend). Dalam satu trend, market bergerak dengan arah tertentu, menggambarkan garis trend pada grafik trader, dan memberikan informasi yang sangat berharga. Hal ini sangat membantu dalam menentukan entry dan exit  yang baik, posisi terbaik untuk mengambil profit,serta menempatkan pada garis trend.

Menggambarkan  garis tren (trend line) dengan benar adalah ketrampilan dasar bagi setiap trader. Sama seperti level support dan resistance, terdapat perbedaan pendapat tentang garis mana yang bekerja dengan benar. Berikut ini adalah versi dasar dan paling di terima secara luas.

Pengertian Garis Trend

Garis trend adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah (bottom) yang naik secara berurutan pada keadaan uptrend, atau titik-titik puncak (top) yang turun secara berurutan pada keadaan downtrend. Untuk membuat garis trend, paling sedikit harus ada dua titik harga yang dihubungkan.

Tiga sifat utama sebuah garis trend adalah:

  • Semakin banyak titik harga yang dihubungkan, semakin valid dan semakin kuat garis trend tersebut untuk menahan titik-titik support atau resistance pada pengujian berikutnya.
  • Semakin valid sebuah garis trend maka akan semakin diperhatikan dan ditaati oleh para pelaku pasar.
  • Tingkat kecuraman garis trend dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi kondisi pasar yang bullish (bila curam kearah atas) dan bearish (bila curam kearah bawah).

Berikut illustrasi garis trend pada pergerakan harga uptrend dan downtrend yang dihubungkan dari tiga titik-titik support dan resistance:

Cara Membuat Garis Trend

Untuk membuat garis trend, hubungkan minimal dua titik harga yang saling berdekatan. Kemudian tarik garis sepanjang mungkin untuk mengetahui titik-titik support (pada uptrend) atau titik-titik resistance (pada downtrend) di waktu yang akan datang

Akurasi Garis Trend Dan Periode Waktu Trading

Untuk melihat trend jangka panjang, garis trend ditarik pada time frame besar, biasanya daily atau weekly. Sedangkan untuk jangka menengah, garis trend bisa dibuat pada time frame 4-hour atau daily.

Khusus untuk trading jangka pendek, time frame 1-hour ke bawah lebih direkomendasikan sebagai chart paling tepat untuk membuat garis trend. Karena aturan-aturan tersebut, pengambilan time frame untuk menggambar garis trend bisa disesuaikan dengan periode trading yang digunakan.

Trader jangka panjang dan menengah (swing trader) sering mengacu pada time frame daily, sementara tipe trader jangka pendek mengacu pada time frame 5-minutes hingga 1-hour. Akan tetapi, perlu diwaspadai bahwa penentuan time frame juga berdampak pada akurasi.

Akurasi artinya validitas, yang dalam hal ini berarti kemungkinan garis trend valid dan bisa ditaati pasar di waktu mendatang. Faktor noise atau kesalahan sinyal seringkali terjadi pada time frame kecil. Itulah mengapa, akurasi garis trend yang ditarik pada time frame kecil (misalnya 1-minute) akan sangat rendah. Garis trend pada time frame 5-minute yang ditarik hari ini belum tentu valid untuk dua atau tiga hari kemudian

Cara Membuat Garis Uptrend

Untuk membuat sebuah garis uptrend, berikut ini langkah-langkahnya:

  • Tentukan titik harga terendah (level low).
  • Tarik garis ke titik harga terendah berikutnya.
  • Perpanjang garis tersebut untuk mengantisipasi titik-titik support (atau resistance) selanjutnya

Cara Membuat Garis Downtrend

Dengan metode yang sama seperti cara membuat garis trend sebelumnya, untuk keadaan pasar bearish bisa dibuat garis downtrend yang mengantisipasi titik-titik resistance di waktu mendatang

Cara Membuat Garis Trend Di MetaTrader

Membuat garis trend pada platform trading sangat mudah. Khusus untuk platform populer MetaTrader, Anda bisa masuk ke Insert-Lines-Trendline, atau langsung ke toolbar seperti gambar berikut:

Saat Anda memutuskan untuk belajar trading  di derivative market, banyaknya istilah dan singkatan yang digunakan dalam proses trading mungkin terasa membingungkan. Namun, sebenarnya hanya ada beberapa istilah dasar yang penting untuk diketahui. Berikut adalah beberapa istilah dasar dalam trading di derivative market yang perlu diingat dan dipahami.

  • Margin

Margin merupakan besar deposit/modal yang dibutuhkan untuk membuka atau mempertahankan suatu posisi trading. Margin terbagi atas ‘used‘ dan ‘free‘.

Used margin/equity adalah besar dana yang di gunakan untuk mempertahankan suatu posisi trading.

Free margin berarti jumlah dana yang tersedia di akun Anda guna menahan posisi terhadap pergerakan market dan bisa juga digunakan untuk membuka posisi trading yang lain.

  • Spread

Spread merupakan perbedaan harga jual dan harga beli atau bid dan ask dari sebuah pasangan mata uang. Sebagai contoh, jika pasangan EUR/USD berada pada bid 1.3200 ask 1.3203, maka spreadnya adalah 3 pip, yaitu antara 1.3200 dan 1.3203.

  • Pips

Kependekan dari Percentage in Points atau jika diterjemahkan adalah 4 angka di belakang tanda koma atau tanda titik jika dalam nominal mata uang Dollar Amerika. Sementara pippette adalah 5 angka di belakang tanda koma atau tanda titik sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Mungkin Anda sering mendengar atau membaca tentang pips, misalnya keuntungan  25 pips atau kerugian sebesar 56 pips. Hal ini artinya adalah selisih dari pips buka transaksi dengan tutup transaksi. Jadi, jika Anda melakukan open position BUY di angka 1.3600 dan grafik naik hingga ke angka 1.3620 kemudian di close, maka pada nilai transaksi ada kenaikan sebesar 20 pips. Anda akan mendapatkan profit sebesar 20 pips tersebut.

  • Leverage 

Secara singkat dapat diartikan bahwa leverage adalah daya ungkit atau pengungkit yang memperbolehkan seorang investor atau trader untuk bertransaksi dengan modal yang jauh lebih besar daripada yang dimilikinya. Leverage yang disediakan oleh broker forex misalnya, 1:1 sampai dengan 1:1000. Jika trader menggunakan fasilitas leverage 1:1000 artinya modal yang kita miliki dikalikan 1000 kali dari nilai deposit yang telah kita tanamkan.

Jadi perusahaan broker forex penyedia akses trading kita memberikan pinjaman sebanyak modal kita dilipatgandakan menjadi 1000. Penggunaan leverage yang besar memerlukan manajemen keuangan yang tepat, karena pinjaman yang diberikan broker kepada trader semakin besar dan modal yang perlu disediakan sendiri juga menjadi semakin kecil.

Dengan fasilitas ini trader memiliki daya ungkit yang mengijinkannya untuk meningkatkan sejumlah modal untuk transaksi jauh lebih besar daripada modal atau deposit yang telah disetorkan. Sederhananya, jika kita menyerahkan modal sejumlah 1000 USD, dengan menggunakan fasilitas leverage 1:1000 jadi modal kita seolah-olah menjadi 1 juta USD

Dengan leverage, Anda dapat memperbesar profit yang Anda dapatkan, namun juga meningkatkan potensi loss jika posisi yang Anda buka justru bergerak melawan arah perkiraan harga. Untuk itu, bagi Anda yang sedang belajar trading, sebaiknya menggunakan leverage yang tidak terlalu besar untuk meminimalisir kerugian.

  • Lot ( letter of transaction)

Maksudnya adalah satuan jumlah tertentu dari suatu kontrak standar, satuan untuk setiap transaksi forex yang kita lakukan. Pada umumnya 100 ribu unit dari mata uang standar untuk akun standar/reguler, 10 ribu unit untuk akun mini, dan yang terakhir adalah 1000 unit untuk akun mikro. Besarnya lot menentukan ukuran kecil besarnya transaksi yang kita lakukan pada pasar forex. Jika modal atau equality yang kita punyai besar, maka kita dapat melakukan transaksi forex dengan jumlah lot yang besar. Tetapi harus diingat bahwa resiko kekalahan atau loss pun akan lebih besar walaupun tentu saja diikuti peluang yang lebih besar untuk memperoleh profit.satuan transaksi

Contoh lot :

1:00 untuk lot regular/standard account

0:10 untuk lot mini account

0:001 untuk lot mikro account

  • Liquidate

Likuidasi, yaitu menutup posisi terbuka dari suatu kontrak. Kontrak beli/buy  ditutup dengan menjual/sell kontrak tersebut. Kontrak jual/sell ditutup dengan membeli/buy kembali kontrak tersebut

  • Long/short.

Dalam forex trading, dikenal perdagangan dua arah, yaitu pada saat kondisi pasar naik, maupun turun. Untuk mendapatkan profit pada saat pasar naik, Anda harus membeli pada harga murah, dan menjualnya saat harga tinggi. Hal Hal ini dikenal dengan istilah posisi long..
Sementara itu, jika pasar sedang bergerak turun, maka Anda harus terlebih dulu menjual dengan harga tinggi, baru kemudian membelinya di harga murah. Posisi seperti ini disebut sebagai posisi short.

  • Sideways

Suatu kondisi dimana pasar tidak bergerak aktif naik ataupun turun nya, namuan dengan pergerakan/range yang relatif terbatas

  • Swap

Istilah umumnya adalah biaya inap atau bunga yang akan dikenakan atau diberikan kepada Anda jika anda memiliki posisi terbuka yang melebihi dari satu hari perdagangan.

  • Stop/Cut loss

Stop loss atau cut loss adalah istilah yang berarti membatasi kerugian dalam trading. Pada banyak aplikasi trading, fitur ini sudah dapat dijalankan secara otomatis. Anda hanya perlu memasukkan besaran loss yang Anda antisipasi sebagai batas maksimal kerugian, dan aplikasi akan menutup posisi secara otomatis jika kerugian benar-benar terjadi.

  • Support

Umumnya sering dikatakan harga bawah/tingkat tahanan harga dibawah harga pasar/harga running saat itu, dimana buying interest seharusnya bisa menguasai tekanan penjualan dan mempertahankan harga agar tidak jatuh.

  • Resistance

Umumnya sering di katakana harga atas/tingkat tahanan harga diatas harga pasar/harga running saat itu, dimana tekanan penjualan seharusnya cukup kuat untuk menguasai tekanan pembelian dan mempertahankan agar tdak terlalu tinggi.

  • Rebound

Pantulan harga dimarket, setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup besar atau biasanya digunakan sebagai istilah untuk pergerakan bullish.

  • Risk Management

Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, umumnya sering di katakan membatasi kerugian/resiko yang terjadi di market.

  • Risk Aversion

Gejala pasar dimana para investor menghindari pembelian instrumen beresiko tinggi seperti saham (stock) dan beralih ke instrumen yang beresiko rendah atau safe haven, Contoh : Emas

  • Rollover

Rollover merupakan semacam bunga atau biaya yang harus dikeluarkan untuk menahan posisi trading lebih dari semalam. Tiap pecahan mata uang punya rasio bunga interbank yang melekat, dan karena ditransaksikan dalam bentuk pasangan, tiap trading akan melibatkan tak hanya dua mata uang, tapi juga dua rasio bunga yang berbeda.

Perhitungan rollover akan jadi sedikit rumit jika dikaitkan bank, karena pada umumnya institusi finansial ini tutup pada hari Sabtu dan Minggu. Bank memang tutup sehingga tak rollover pada hari tersebut, tapi bank tetap menerapkan suku bunga pada dua hari tersebut.

Untuk lebih menyederhanakan perhitungan, market forex lalu ‘memesan’ rollover tiga hari sebelumnya yaitu pada hari Rabu. Oleh karenanya, trader yang menahan trading pada hari Rabu pukul 05 pm akan dikenai dua rollover, tentunya dengan besaran biaya berbeda yang mengacu pada suku bunga.

  • Kontrak Gulir

Kontrak perdagangan yang diteruskan pada hari berikutnya sampai dilakukannya penutupan posisi. Produk-produk lantai bursa merupakan kontrak jenis ini.

  • Bearish

Istilah umum yang sering digunakan oleh para trader, yang menggambarkan kondisi market sedang turun

  • Bullish

Istilah umum yang sering digunakan oleh para trader yang menggambarkan kondisi market sedang naik

  • Buy (or sell) on close

Melakukan transaksi buy (atau sell) pada akhir sesi trading pada harga penutupan

  • Buy (or sell) on opening

Melakukan transaksi buy (atau sell) pada awal sesi trading pada harga pembukaan.

  • Bond / Obligasi

Obligasi.adalah Sekuritas surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah, yang memiliki tingkat suku bunga dan tanggal jatuh tempo yang tetap. Karakteristik dari obligasi ini dimuat dalam bond indenture, diantaranya adalah apakah bunga dan prinsipal akan dibayarkan kepada orang yang namanya tertera pada sertifikat obligasi, atau kepada siapa pun yang memegang obligasi, dimana dalam kasus ini obligasi yang dimaksud disebut dengan bearrer bond.

  • Bid Rate

Harga yang dikehendaki oleh trader untuk membeli sebuah mata uang tertentu.

  • Base Currency

Dalam pengertian umum, hal ini menjelaskan sebuah mata uang yang dimiliki seorang investor dalam neracanya. Dalam pasar valas, Dollar AS normalnya dinamakan sebagai base currency untuk diperdagangkan terhadap berbagai mata uang lainnya. Dihitung setiap satu dollar AS per mata uang counterparties. Pengecualian sistem base currency ini adalah terhadap Euro, Pound Sterling, Australian dollar dan berbagai mata uang yang diletakan dimuka dollar AS pada kuotasinya, menandakan mata uang tersebut menjadi direct currency.

  • Bar Charts

Diagram batang. Jenis grafik ini menunjukan harga pembukaan, penutupan tertinggi, dan terendah dari suatu mata uang atau saham. Perubahan-perubahan nilainya terjadi dari waktu ke waktu. Biasanya dipakai oleh kalangan dealer/trader di mata uang/sekuritas untuk melakukan forcasting, atau perkiraan harga yang mungkin muncul dimasa yang akan datang. Pada analisis bar charts ini dikenal pula berbagai macam pola (chart pattern) yang menggambarkan suatu kondisi kumpulan harga pada masa tertentu untuk kemudian diantisipasi gerakan harga selanjutnya menurut pola yang sudah pernah terjadi dimasa lampau.

  • Barrel (satuan untuk oil)

Barel adalah standar ukuran volume minyak mentah dalam perdagangan minyak internasional. Satuan ukur barel di singkat bbl atau blue barel atau drum ( tong ) biru, standart wadah industri minyak di Amerika Utara. Tapi secara umum saat itu digunakan barel anggur, barel = 42 US gallon didasarkan standart lama Inggris pada tong anggur tierce. Dan barel = 40 US gallon atau 151,4 liter.

  • Cross Rate

Umumnya pasangan mata uang yang tidak disandingkan/dipasangkan  dengan dollar AS (USD) Biasa dikenal dengan sebutan “Cross Currency Pair” nilai tukar antara satu atau beberapa mata uang yang tidak menjadi patokan standar negara dimana mata uang tersebut diperdagangkan.

Contohmya : EURJPY,GBPCHF,AUDJPY…dll

  • Major Rate

Umumnya pasangan mata uang yang disandingkan/ditransaksi /berhubungan langsung dengan US Dollar. Contoh : EUR/USD,GBP/USD,USD/JPY,dll.

  • Margin Requirement

Dana minimum yang dibutuhkan untuk membuka posisi baik buy maupun sell di market.

Untuk di forex/gold

1:00 lot Reguler account (Margin Requirement) nya $1000

0:10 lot Mini account (Margin Requirement) nya $100

0:001 lot Micro account (Margin Requirement) mya $10

  • Margin Call

Jadi, Margin Call merupakan sebuah fasilitas broker yang memperingatkan trader jika kondisi account sedang terancam oleh floating loss dari posisi trading saat ini.
Kondisi dimana dana/equity yang ada sudah tidak dapat menahan pergerakan harga di market.Untuk mempertahankan posisi yang ada di perlukan penambahan dana (topup) Jika equity yang ada hanya tersisa 20% dari Margin Requirment.maka akan terkena Margin Call.

Margin Call dapat dilihat dengan mudah juga melalui Margin Level. Bila margin level anda jatuh mendekati 100% atau kurang maka open posisi anda dapat tertutup otomatis oleh system.

Rumus Margin Level adalah = Equity / Margin x 100%

Contoh :

Andaikan Anda membuka account mini  modal $1000, lalu buy EUR/USD pada harga 1.4000 sebanyak 0.50 lot mini dengan leverage 1:200.

Margin yang dibutuhkan untuk posisi trading tersebut = (1000 x 1/200 x 1.4000 x 50) = $3.50. Dalam situasi ini, Free Margin Anda adalah $1000-$3.50 = $996.5.

Free/Usable Margin yang sebesar $996.5 itu menggambarkan kesanggupan anda menahan pergerakan market di EUR/USD untuk bergerak minus (berlawanan dengan arah yang diharapkan). Detailnya, $996.5 pada posisi sebesar 50 lot mini, tiap lot-nya hanya mampu menahan pergerakan sebesar $19.93 saja. Akibatnya, kalau harga turun 19.93 poin dari 1.4000 ke sekitar 1.3980, maka account Anda akan langsung terkena Margin Call karena Free Margin sudah mencapai nol. Saat itu juga, total loss yang harus ditanggung adalah sebesar $996.5 atau malah lebih dari itu jika mempertimbangkan biaya-biaya seperti Spread dan Commission Fee. Besar sekali kan!? Padahal untuk bergerak sebanyak 19.93 poin, pair EUR/USD bisa jadi hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

  • Pending Order

Merupakan fasilitas yang di siapkan oleh broker yang fungsinya agar anda dapat membuka/masuk market/open posisi di market pada harga sesuai keinginan. Disana akan menemukan berbagai jenis pending order,seperti berikut ini:

Buy Limit : akan terbuka posisi “buy” sesuai harga yang diinginkan,  (request/menginginkan harga dibawah harga running)

Buy Stop : akan terbuka posisi “buy” sesuai harga yang diinginkan, (request/menginginkan harga diatas harga running)

Sell Limit : akan terbuka posisi “sell” sesuai harga yang diinginkan (request/menginginkan harga dibawah harga running)

Sell Stop : akan terbuka posisi “sell” sesuai harga yang diinginkan (request/menginginkan harga diatas harga running)

  • Take Profit

Target keuntungan yang diinginkan dengan kata lain posisi di market akan terlikuid / close dengan sendiriinya jika menyentuh tingkat profit yang telah ditentukan berdasarkan harga yang diperoleh saat membuka posisi di market