Hati-hati keserakahan dan ketakutan akan membuat trading forex merugi!

Dalam trading di forex akan berhubungan dengan moment dan psychologi dimana akan mempengaruhi style dan trade plan yang akan di jalani oleh seorang trader. Di market pergerakan harga nya akan mempengaruhi kebiasaan / style yang dilakukan oleh para trader, sehingga akan mempengaruhi hasil akhir trading. Baik itu profit maupun loss.

Tidak sedikit trader yang gagal dalam kegiatan tradingnya. Bukan hanya trader pemula, kegagalan juga kadang menghampiri trader yang sudah lama berkecimpung di market. Sebagian besar dari mereka terjebak dalam kegagalan bukan karena liar nya  pergerakan harga di market. Ironisnya, kegagalan ini disebabkan karna kurangnya pengendalian diri dan emosi (psychologi).

Bukannya menyadari kesalahan, dan mengevaluasi serta belajar dari kesalahan yang dibuat, beberapa dari mereka cenderung mengkambing hitamkan trading forex sebagai bisnis yang buruk. Perlu diakui jika bagian paling sulit dalam trading adalah dalam segi psychologi. Jika saja Anda bertanya pada mereka yang sudah berkecimpung di real trading, kemungkinan besar mereka juga akan mengatakan hal yang sama.

Ketakutan dan keserakahan adalah factor atau sifat  diantara banyak emosi yang bisa mempengaruhi pola trading Anda. Setiap trader pasti pernah mengalami keduanya dalam intensitas dan waktunya masing-masing. Keserakahan cenderung menghampiri trader yang selalu ingin mendapatkan keuntungan secara cepat,sehingga mengesampingkan Money Management. 

Sedangkan trader yang terlalu berhati-hati akan dikuasai oleh perasaan takut. Baik takut untuk entry posisi sehingga akan kehilangan moment bagus di market. Maupun takut untuk melikuid / close posisi yang sudah merugi, dengan harapan pergerakan harga akan sesuai dengan posisi nya di market. Wajib hukumnya untuk mewaspadai ketakutan dan keserakahan akan mempengaruhi kekalahan dalam trading forex.

Berikut ini adalah beberapa sikap yang dapat mengatasi ketakutan dan keserakahan ketika bertrading forex:

1) Menetapkan Tujuan yang Rasional

Tujuan dalam rencana trading turut memainkan peran dalam keuntungan yang bisa Anda capai. Setidaknya itulah yang terdapat hampir di setiap buku biografi trader-trader sukses. Tujuan yang Anda buat bisa dijadikan pedoman dan menuntun Anda agar tidak keluar dari jalur. Sesuai dengan psychologi, seseorang bisa bekerja secara efektif ketika memiliki tujuan dan memahami tujuan tersebut. Dalam membuat tujuan dalam trading forex, sebaiknya buatlah tujuan yang se-realisitis mungkin sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan terlalu berangan-angan atau terlalu merendahkan diri sendiri. Selain tujuan profit, sebaiknya juga buat rencana stop loss yang bijaksana.

2) Bersikap Objektif

Penting hukumnya mengamati pasar secara objektif, yaitu menerima masukan dan mempertimbangkannya. Beberapa karakteristik trader objektif yang tertulis di buku “The Disciplined Trader” milik Mark Douglas diantara lain: memfokuskan diri pada pergerakan harga, menganalisa pasar dengan perspektif pengamat / tenaga ahli, selalu yakin, tidak merasa ditolak, tidak merasa tertekan, tidak merasa takut, dan percaya tidak ada benar dan salah.

3) Hindari Revenge Trading

Apa itu Revenge Trading? Ini adalah aktivitas trading yang beralaskan tujuan ‘balas dendam’. Misalnya saja, Anda mengalami loss yang cukup besar, dan kembali bertrading untuk membayar loss tersebut. Cara trading seperti ini sangatlah tidak baik, karena Anda jelas-jelas sedang dikuasai oleh emosi. Trading yang baik adalah trading yang dilakukan secara kepala dingin.

Demikianlah sedikit sikap yang bisa Anda lakukan dalam mewaspadai ketakutan dan keserakahan akan menyebabkan kerugian dalam trading forex.

Quote:  Ingat! Bukan Anda yang dikendalikan emosi, melainkan Anda yang mengontrol emosi tersebut

Salam trading Semoga bermanfaat…