Pengaruh Data NFP Terhadap Pergerakan Market

Perubahan/pergerakan pair atau kurs valuta asing di market memang dipengaruhi oleh berbagai hal yang terjadi pada pergerakan ekonomi dari berbagai negara. Terutama pada negara yang memiliki mata uang paling berpengaruh di dunia. Misalnya saja USD yang merupakan mata uang paling berpengaruh untuk instrumen keuangan dunia. Sehingga Non-Farm Payrolls pada USD sangat mampu mempengaruhi pergerakan ekonomi lainnya.

Non-farm Payrolls (NFP) akan di rilis pada Jumat tgl 06 September 2019 jam 19:30 WIB, NFP adalah data yang memuat perubahan jumlah karyawan di semua sektor ekonomi Amerika Serikat, kecuali pegawai pemerintah (PNS), pekerja rumah tangga, karyawan non-profit (LSM), dan pekerja sektor pertanian. Data ini mencakup semua sektor usaha yang berkontribusi hingga 80% bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat, sehingga dianggap sebagai data paling penting dalam menilai kondisi sektor ketenagakerjaannya.

Apabila Anda berkecimpung dalam pasar keuangan, maka Anda akan menemukan bahwa rilis laporan NFP merupakan sebuah event yang menjadi sorotan pelaku pasar dari berbagai negara di seluruh dunia. Mengapa demikian? Ini karena efek positif atau negatif Non-farm Payrolls bisa mempengaruhi pergerakan harga aset di pasar saham, obligasi, forex, maupun sekuritas lainnya. Karena Dolar AS (USD) merupakan mata uang utama dalam sistem pembayaran dunia, maka dampak NFP bisa merubah nilai USD sedemikian rupa hingga mengakibatkan berbagai mata uang lain melemah atau menguat dalam waktu singkat.

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Dampak Data Non-farm Payrolls

Biasanya, data Non-farm Payrolls diumumkan oleh US Bureau of Labor (BLS) setiap awal bulan pada  Jumat di minggu pertama, antara pukul 19:30 WIB atau 20:30 WIB. Jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu apabila bertepatan dengan hari libur nasional atau ada kendala tak terduga. Namun, Non-farm Payrolls seringkali dipublikasikan tepat waktu bersama serangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat lainnya seperti tingkat pengangguran, tingkat partisipasi angkatan kerja, rata-rata pertumbuhan gaji per-jam, dan lain sebagainya.

Dibandingkan semua data ketenagakerjaan Amerika Serikat lain, Non-farm Payrolls memiliki pengaruh terbesar. Kenaikan atau penurunan angka dalam laporan Non-farm Payrolls dapat mengakibatkan pasangan mata uang  lain seperti  AUD/USD,GBP/USD dan EUR/USD serta pair lainnya akan mengalami perubahan antara 50-250 pips bahkan lebih hanya dalam hitungan menit saja.

Meski demikian, efek data Non-farm Payroll tersebut tidaklah mutlak. Ada masa-masa tertentu ketika efek Non-farm Payrolls hanya mampu menggerakkan AUD/USD, GBP/USD dan EUR/USD sebesar 10-40 pips saja. Perubahan itu pun tidak selalu satu arah. Bisa saja terjadi, suatu pair mata uang meroket tinggi, kemudian langsung jatuh lagi. Biasanya, hal itu karena data ketenagakerjaan lainnya menunjukkan kontradiksi. Misalnya, Non-farm Payrolls melonjak, tapi rata-rata gaji per-jam malah anjlok. Atau karena sebab lainnya.

Dari uraian diatas , dapat di tarik kesimpulkan sebagai berikut:

  1. Rilis Non-Farm Payrolls mengakibatkan pergolakan harga yang sangat besar (lebih dari rata-rata) dalam waktu singkat (kurang dari 1 jam).
  2. Pergerakan harga sekitar waktu rilis Non-farm Payrolls bisa naik, bisa turun, bisa juga naik-turun. Dengan kata lain, arah tren tidak menentu/volatile.
  3. Karena data ini berasal dari Amerika Serikat, maka akan berpengaruh besar terhadap hampir semua pasangan mata uang major, khususnya AUD/USD, EUR/USD dan GBP/USD.

Dengan memperhatikan besarnya volatilitas harga tadi, setiap trader forex harus selalu berhati-hati dalam menghadapi tingginya volatilitas pasar yang menyertai rilis data Non-farm Payrolls. Umumnya, sikap trader forex menjelang rilis Non-farm Payrolls dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Seorang News-Trader akan mencatat tanggal dan jam rilis data, kemudian bersiap-siap untuk trading agar dapat panen dari perubahan harga yang besar dalam waktu singkat tadi. Apabila Anda ingin menirunya, maka siapkanlah teknik trading yang taktis, injeksi dana agar saldo akun memadai, serta menyiapkan level-level Take Profit dan Stop Loss secara disiplin.
  2. Seorang Day-Trader akan menutup semua posisi trading-nya, paling lambat 1-2 jam sebelum rilis data Non-farm Payrolls. Sebabnya, abnormalitas pergerakan harga bisa jadi sudah dimulai sejak awal perdagangan sesi Amerika, sehingga semua analisa teknikal yang dilakukan sejak sesi sebelumnya bisa jadi tak berguna.
  3. Seorang trader konservatif (minat risiko rendah) bisa jadi memilih untuk liburan saja pada hari Jumat yang bertepatan dengan rilis Non-farm Payrolls. Ia akan trading pada hari Kamis, menutup laptop, pergi liburan long-weekend, kemudian baru mulai trading lagi pada hari Senin siang.
  4. Seorang trader jangka panjang yang berbasis analisis fundamental akan memperlebar toleransi risiko (menggeser Stop Loss) atau menerapkan Trailing Stop untuk sementara, agar posisi trading long-term tidak dirusak oleh gejolak harga sesaat yang timbul setelah rilis Non-farm Payroll. Ia akan mengembalikan kembali posisi trading sesuai kondisi semula setelah gejolak usai, atau menutup posisi trading jika data Non-farm Payrolls ternyata merubah outlook fundamental.

Nah, sikap manakah yang ingin Anda pilih? Setiap trader bebas menentukan sendiri, asalkan sudah menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi